Tampilkan postingan dengan label Manajemen Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 November 2010

Knowledge management sharing sebagai alat bantu pendidikan di indonesia

Ilmu pengetahuan (Knowledge) merupakan kunci sukses dalam semua aspek diberbagai bidang. Seiring dengan perkembangan dunia saat ini, dimana globalisasi menjadi sebuah tantangan bagi sumber daya manusia (SDM) Indonesia untuk menghadapi persaingan global. Ilmu pengetahuan menjadi harga mutlak yang harus dimiliki. Dan dalam hal ini, dunia Pendidikan memiliki peranan penting sebagai media untuk membangun SDM yang berkualitas, serta merupakan media untuk menuntut ilmu bagi setiap aktor di dalamnya . Dengan berkembangnya teknologi informasi, muncul beberapa sistem baru di berbagai bidang termasuk dalam dunia pendidikan yang dikenal dengan e-learning. Knowledge management (KM) merupakan salah satu implementasi dari e-learning. Di dalamnya, konsep ini mengumpulkan semua unsur pengetahuan yang tersebar dalam berbagai bentuk baik yang mudah dikelola karena berbentuk file atau dokumen, maupun yang sulit diakses karena berupa pengetahuan dan pengalaman.

MANAJEMEN PENGETAHUAN

Pendahuluan
Alvin Toffler membagi sejarah peradaban manusia dalam tiga gelombang yaitu era pertanian, era industri dan era informasi. Dalam era pertanian faktor yang menonjol adalah Muscle (otot) karena pada saat itu produktivitas ditentukan oleh otot. Dalam era industri, faktor yang menonjol adalah Machine (mesin), dan pada era informasi faktor yang menonjol adalah Mind (pikiran, pengetahuan). Pengetahuan sebagai modal mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam menentukan kemajuan suatu organisasi. Dalam lingkungan yang sangat cepat berubah, pengetahuan akan mengalami keusangan oleh sebab itu perlu terus menerus diperbarui melalui proses belajar.

Belajar dalam era pengetahuan seperti sekarang ini sangatlah berbeda dengan belajar di masa lalu. Saat ini kita dituntut untuk belajar baik sendiri maupun bersama dengan cepat, mudah dan gembira, tanpa memandang waktu dan tempat. Hal ini mendorong berkembangnya konsep organisasi belajar (learning organization) yang menyatukan antara proses belajar dan bekerja. Disisi lain pengetahuan yang melekat pada anggota suatu organisasi juga perlu diuji, dimutahirkan, ditransfer, dan diakumulasikan, agar tetap memiliki nilai. Hal ini menyebabkan para pakar manajemen mencari pendekatan untuk mengelola pengetahuan yang sekarang dikenal dengan manajemen-pengetahuan atau knowledge management (KM).

Suatu organisasi agar dapat mencapai visi dan misinya harus mengelola pengetahuan yang dimilikinya dengan baik agar dapat bersaing dengan organisasi yang lain. Salah satu cara tersebut adalah dengan menerapkan manajemen-pengetahuan atau KM. Tidak terkecuali TNI AD sebagai organisasi, untuk menghadapi persaingan dan tuntutan yang semakin tinggi memerlukan penerapan manajemen pengetahuan agar selalu dapat menjawab setiap tuntutan tugas.